Kroto adalah nama yang diberikan orang Jawa untuk campuran larva dan pupa semut rangrang. Campuran ini terkenal di kalangan pencinta burung dan nelayan di Indonesia, karena populer sebagai umpan ikan, dan juga sebagai makanan tambahan untuk meningkatkan keterampilan burung-burung kicau. Permintaan konsumen terhadap kroto tak pernah surut meskipun harganya tidak murah. Sehingga dapat dikatakan usaha ini memiliki potensi mendatangkan uang sampai jutaan rupiah per bulannya.

Sayangnya selama ini, sebagian besar kroto masih disuplai oleh pencari kroto yang mengambil sarang semut rangrang dari alam. Banyak orang yang mulai berusaha membudidayakan semut rangrang penghasil kroto, tetapi gagal. Bahkan ada beberapa orang membagikan ilmu melalui diklat dengan biaya ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Tetapi, hal itu tidak menjamin keberhasilan.

Buku ini akan memandu anda dari hasil praktik peternak langsung dengan cara yang mudah dan cepat agar sukses agribisnis semut rangrang. Antara lain menjelaskan prospek dan teknik budi daya semut rangrang penghasil kroto dengan 3 metode sekaligus yaitu metode alam, rak penangkaran sampai metode terbaru (semi alam); mulai dari teknik mengunduh bibit di alam sampai masuk ke toples penangkaran, teknik membuat bibit sendiri, dan teknik perawatan semut rangrang sampai masa panen yang produktif. Dilengkapi dengan tip menghadapi kendala dalam budi daya semut rangrang dan CD tutorial mulai dari persiapan budi daya sampai panen yang cocok untuk pemula maupun profesional.

Read More